Mantab! Dari Indonesia untuk Diaspora: Dosen dan Mahasiswa Universitas Al-Amien Prenduan Perkuat Ukhuwah Wathaniyah di SB Sentul Malaysia
Kuala Lumpur, Malaysia — Kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Al-Amien Prenduan dalam program International Undergraduate Program (IUP) tahun 2026 menghadirkan warna baru dalam pembinaan pendidikan bagi siswa diaspora Indonesia di Malaysia. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Bimbingan (SB) Sentul Al-Amien tersebut berfokus pada Penguatan pembinaan karakter siswa diaspora sebagai bagian dari upaya menumbuhkan dan memperkuat jiwa ukhuwah wathaniyah.
Program ini tidak hanya diarahkan pada penguatan aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecintaan terhadap Indonesia, kebersamaan, kepedulian sosial, serta kesadaran siswa sebagai bagian dari komunitas diaspora Indonesia yang tetap memiliki ikatan kebangsaan meskipun berada di luar negeri.
Melalui kegiatan pendampingan dan Penguatan, dosen dan mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas edukatif dan pembinaan karakter. Pendekatan yang digunakan dikemas secara komunikatif dan dekat dengan kehidupan siswa sehingga nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, tanggung jawab, disiplin, dan toleransi dapat diterima secara lebih kontekstual.
Dosen pendamping, Andri Sutrisno, M.Ag. menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa dan dosen di tengah siswa diaspora bukan sekadar menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama.
“Pendampingan ini menjadi pengalaman penting bagi kami untuk hadir langsung bersama anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia. Kami ingin menanamkan karakter yang tidak hanya mencerminkan pribadi yang baik, tetapi juga memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, menghargai sesama, dan menjaga ukhuwah wathaniyah,” ujar Dosen sekaligus Ketua LP2M Universitas Al-Amien Prenduan.
Menurutnya, pendidikan karakter bagi siswa diaspora memiliki tantangan tersendiri karena mereka hidup dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan perlu menggabungkan nilai keislaman, kebangsaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Anak-anak diaspora perlu memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Inilah yang menjadi salah satu spirit utama kegiatan P2M Internasional ini,” tambahnya.
Salah seorang mahasiswi atas nama Hurum Maqshurotul Ilmi yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pengalaman mendampingi siswa diaspora memberikan pelajaran yang sangat berharga.
“Kami merasa kegiatan ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga belajar bersama. Kami bisa melihat bagaimana anak-anak Indonesia di Malaysia tetap memiliki semangat untuk belajar dan mengenal nilai-nilai Indonesia. Interaksi bersama mereka membuat kami semakin memahami pentingnya menjaga persaudaraan dan rasa memiliki terhadap bangsa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kedekatan antara mahasiswa dan siswa membuat proses pembinaan karakter berlangsung lebih menyenangkan dan interaktif.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mahasiswa bisa berkontribusi secara langsung sekaligus mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berarti,” lanjutnya.
Kegiatan Pendampingan P2M Internasional di SB Sentul Al-Amien sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat melampaui batas geografis. Kehadiran dosen dan mahasiswa di Malaysia menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat hubungan pendidikan, sosial, dan kebangsaan dengan komunitas diaspora Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dosen dan mahasiswa, Universitas Al-Amien Prenduan terus mendorong pelaksanaan pengabdian yang berdampak, kontekstual, dan memiliki jangkauan internasional. SB Sentul Al-Amien menjadi salah satu ruang penting bagi hadirnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi diaspora yang berkarakter, toleran, dan tetap memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan Artikel
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!